Penelitian FILOLOGI
Langkah
– langkah dalam penelitian filologi
1.
Latar Belakang
Latar belakang adalah dasar atau titik tolak untuk
memberikan pemahaman kepada pembaca atau pendengar mengenai
apa yang ingin kita sampaikan. Latar belakang yang baik harus disusun dengan
sejelas mungkin dan bila perlu disertai dengan data atau fakta yang mendukung.
Beberapa hal yang terdapat dalam latar belakang adalah.
1. Kondisi ideal mencakup
keadaan yang dicita-citakan, atau diharapkan terjadi. Kondisi ideal ini biasa
dituangkan dalam bentuk visi dan misi yang ingin diraih.
2. Kondisi aktual merupakan
kondisi yang terjadi saat ini. Biasa menceritakan perbedaan situasi antara
kondisi saat ini dengan kondisi yang dicita-citakan terjadi.
3. Solusi merupakan saran singkat atau
penawaran penyelesaian terhadap masalah yang
dialami sebelum melangkah lebih lanjut ke pokok bahasan.
Selain itu,
latar belakang dapat pula mengandung perbandingan dan penyempurnaan atas tulisan mengenai topik yang
sama sebelumnya.
·
Mengemukakan
hal-hal yang menjadi latar belakang pemilihan topik penelitian, termasuk
mensignifikasikan pemilihan topik penelitian tersebut. Penelitian dapat
diangkat dari gejala empirisatau permasalahan praktis dan/atau permasalahan
teoritis.
·
Mengemukakan
dan meletakkan penelitian yang akan dilakukan dalam peta keilmuan yang
menjadi perhatian peneliti, menunjukkan penelitian-penelitian terdahulu yang
dilakukan oleh peneliti (dan peneliti-peneliti lain) yang relevan dengan
penelitian yang akan dilakukan.
2.
Rumusan Masalah
Rumusan
masalah itu merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui
pengumpulan data. Bentuk-bentuk rumusan masalah penelitian ini di kembangkan
berdasarkan penelitian menurut tingkat eksplanasi. Bentuk masalah dapat
dikelompokkan kedalam bentuk masalah deskriptif, komparatif, dan asosiatif.
Rumusan masalah disusun dengan memperhatikan :
1. Sebaiknya dalam bentuk kalimat tanya
2. Hendaknya informasi (pada makna)
3. Memberi petunjuk untuk pengumpulan datanya
Dalam memformulasikan atau merumuskan masalah, kiranya peneliti perlu memperhatikan beberapa ketentuan yang biasanya berlaku yaitu dengan memperhatikan:
1. aspek substansi;
2. aspek formulasi; dan
3. aspek teknis.
Rumusan masalah disusun dengan memperhatikan :
1. Sebaiknya dalam bentuk kalimat tanya
2. Hendaknya informasi (pada makna)
3. Memberi petunjuk untuk pengumpulan datanya
Dalam memformulasikan atau merumuskan masalah, kiranya peneliti perlu memperhatikan beberapa ketentuan yang biasanya berlaku yaitu dengan memperhatikan:
1. aspek substansi;
2. aspek formulasi; dan
3. aspek teknis.
3.
Tujuan Penelitian
1. Penelitian dasar (pengembangan
& evaluasi konsep-konsep dasar)
a. deduktif : menguji
hipotesis melalui validasi teori, tipe: hopotesis a priori
b. induktif : mengembangkan
teori atau hipotesis melalui pengungkapan fakta
2. Penelitian terapan (pemecahan masalah-masalah praktis)
a.
penelitian evaluasi
b.
penelitian dan pengembangan
c.
penelitian aksi
4.
Manfaat Penelitian
Mengungkapkan
secara spesifik kegunaan yang hendak dicapai dari:
·
Aspek
teoritis (keilmuan) dengan menyebutkan kegunaan teoritis apa yang dapat dicapai
dari masalah yang diteliti.
·
Aspek
praktis (guna laksana) dengan menyebutkan kegunaan apa yang dapat dicapai dari
penerapan pengetahuan yang dihasilkan penelitian ini.
5.
Sistematika Penulisan
Yaitu cara penyusunan kajian filologi
yang akan diteliti. Penyusunan ini harus dilakukan secara sistematis, yang
berarti disusun berdasarkan urutan yang benar. Jika penyusunan dalam penelitian
filologi sistematis maka argumen (pendapat) yang di utarakan masuk akal
(diterima dengan baik).