bAyI tABunG


            Istilah bayi tabung (tube baby) dalam bahasa kedokteran dikenal dengan sebutan ‘in vitro and embrio transfer’ (IVF). Secara teknis kedua istilah ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan, meskipun memiliki tujuan yang hampir sama, yakni untuk menangani masalah infertilitas atau kemandulan.
          Secara umum, bayi tabung adalah proses pembuahan yang tidak secara alami, yaitu dengan pengambilan sel sperma sang suami dan sel telur sang istri yang kemudian diletakan pada cawan pembuatan yang merupakan salah satu teknologi modern. Sedangkan pengertian secara biologi yaitu proses pembuahan sperma dengan ovum, dipertemukan diluar kandungan pada satu tabung yang dirancang secara khusus.
          Pada dasarnya pembuahan yang alami terjadi dalam rahim melalui cara yang alami (hubungan seksual). Akan tetapi pembuahan alami sulit terujud, misalnya dikarenakan rusaknya atau tertutupnya saluran indung telur (tuba follopi) yang membawa sel telur ke rahim, serta tidak dapat diatasi dengan membukanya atau mengobatinya. Atau karena sel sperma suami lemah atau tidak mampu menjangkau rahim isteri untuk bertemu dengan sel telur.
          Bayi tabung ( in vitro Fertilization) merupakan suatu tehnologi reproduksi yang membantu terjadinya pembuahan (fertilisasi) diluar tubuh wanita.Sel telur dan sperma akan dipertemukan dalam suatu wadah (tabung) sehingga terjadi pembuahan.Embrio yang terbentuk dari hasil pembuahan akan ditumbuhkan selama beberapa hari( 3 – 5 hari) didalam inkubator sebelum dimasukan kedalam rahim.

Jenis – Jenis Bayi Tabung
          Dalam menjalani program bayi tabung, Anda bisa memilih teknik yang disarankan dokter. Berikut dua teknik bayi tabung, dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

1. Teknik Fertilisasi in vitro konvensional
          Teknik fertilisasi in vitro konvensional, yaitu mempertemukan 1 sel telur dengan 50.000 – 100.000 sperma di dalam cawan petri yang berisi medium kultur sehingga terjadi pembuahan.
Kelebihan:
cara ini secara teknis lebih mudah dilakukan, tidak ada manipulasi pada sel telur (lebih alami) dan biaya sedikit lebih murah.
Kelemahan:
Jika ada masalah pada sperma, maka sperma tidak dapat menembus sel telur sehingga pembuahan tidak bisa terjadi.

2. Teknik “Intra Cytoplasmic Sperm Injection” (ICSI)
          Teknik “Intra Cytoplasmic Sperm Injection” (ICSI), yaitu teknik injeksi dengan cara menyuntikkan 1 sperma langsung ke dalam 1 sel telur sehingga terjadi pembuahan.

Kelebihan:
Jika suami mengalami kasus Azoospermia (tidak ada sperma yang keluar bersama air mani) atau sperma yang sangat sedikit jumlahnya atau sangat jelek kualitasnya, teknik ini sangat membantu.
Teknik ini didukung dengan sistem pengambilan sperma langsung dari testis atau teknologi simpan beku sperma (sperma dibekukan dahulu sampai saatnya diperlukan)
Kelemahan: teknik ini lebih sulit karena memerlukan alat khusus yang disebut micromanipulator, sehingga biaya lebih mahal tetapi dapat mengatasi faktor sperma yang ekstrim sekalipun untuk bisa membuahi sel telur.

Teknik mana yang akan Anda pilih? Rajinlah berkonsultasi dengan dokter Anda dan dapatkan saran dokter yang sesuai dengan kondisi Anda.
Cara Pembuatan Bayi Tabung
Berikut 10 tahapan dalam proses pembuatan bayi tabung:
1.     Seleksi pasien.
      Apakah Anda dan suami layak mengikuti program bayi tabung. Bila layak, baru bisa masuk dan mengikuti program bayi tabung.
2.     Stimulasi atau merangsang indung telur untuk memastikan banyaknya sel telur. Secara alami, sel telur hanya satu. namun untuk bayi tabung, perlu lebih dari sati sel telur untuk memperoleh embrio.
3.     Pemantauan pertumbuhan folikel (cairan berisi sel telur di indung telur) melalui ultrasonografi. Tujuannya, melihat apakah sel telur sudah cukup metang untuk ‘dipanen.’
4.     Mematangkan sel telur dengan menyuntikkan obat agar siap ‘dipanen.’
5.     Pengambilan sel telur, kemudian diproses di laboraturium.
6.     Pengambilan sperma suami (pada hari yang sama). Jika tidak ada masalah, pengambilan dilakukan lewat masturbasi. Jika bersamalah, pengambilan sprema langsung dari buah zakar melalu operasi.
7.     Pembuahan atau (fertilisasi) di dalam media kultur di laboraturium. hasilnya embrio.
8.     Transfer embrio kembali ke dalam rahim agar terjadi kehamilan, setelah embrio terbentuk.
9.     Penunjang fase luteal untuk mempertahankan dinding rahim. Dokter emberi obat untuk mempertahankan dinding rahim ibu agar terjadi kehamilan.
  1. Terakhir, proses simpan beku embrio. Jika ada embrio lebih, bisa disimpan untuk kehamilan selanjutnya.